Box Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Box bayi merupakan salah satu perlengkapan bayi. Memang, tidak semua orang tua membelikan bayinya dengan box bayi dengan alasan mahal, bayi tidak mau tidur di box, repot ketika ingin menyusui, dan sebagainya.

Karenanya, sebelum Anda memutuskan untuk membeli box bayi, Anda harus membicarakan untung ruginya dengan pasangan Anda.

*Keuntungan menggunakan box bayi adalah sebagai berikut :*

* Menghindari himpitan kedua orang tuanya ketika tidur besama * Menghidnari kemungkinan terjatuh dari tempat tidur
* Lebih aman bila bayi Anda tinggalkan dengan pengawasan orang lain * Terhindar dari nyamuk, dengan dipasang kelambu. Dan menghindari bahaya obat pengusir kelambu seperti obat nyamuk baker, semprot dan elektrik
* Dengan adanya mainan diatasnya, bayi lebih tenang
* Dapat digunakan untuk bayi Anda selanjutnya, jika box bayi kuat

Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi buah hati, tentu menjadi syarat utama bagi orang tua. Anda pastinya tidak menginginkan jika bayi akan terjatuh, karena lingkungannya yag tidak nyaman.

*Berikut beberapa saran terkait dengan memilih box bayi :*

* Jika Anda membeli box bayi yang bekas, periksalah dengan cermat apakah masih aman atau tidak. Tempat tidur bayi harus memiliki kaki, tidak boleh menempel di lantai. Dalam penelitian baru-baru ini, kasur bekas dapat menjadi salah satu penyebab kematian bayi secara mendadak.
* Pada bayi usia 0-3 bulan, periksalah selalu boks dan tempat penyimpanan mainan bayi anda. Sebaiknya jangan meletakkan bantal, selimut, atau mainan dalam boks bayi. Sebab, jika di dalam boks terlalu banyak barang, maka bisa mengakibatkan bayi terkena sindroma meninggal mendadak karena tertindih salah satu barang tanpa diketahui. Pastikan juga lubang kotak menyimpan mainan bayi kurang dari 0,6 cm, serta terbebas dari jangkauan bayi untuk mencegah tangan atau badan si kecil terperangkap
* Pertimbangkan lebar box bayi. Upayakan untuk memilih yang tidak terlalu sempit, agar bayi Anda memungkinkan untuk belajar tengkurap.

Pilihlah box bayi yang terbuat dari kayu dengan sistem /knock down/. Dengan demikian box bayi bisa dibongkar dan dipasang lagi untuk bayi Anda berikutnya. Box bayi multifungsi dengan bahan kain dan alumunium efektif untuk Anda yang sering bepergian. Namun pastinya Anda akan lebih sering meninggalkan bayi anda di box bayi sendirian, daripada mengajaknya bepergian. Sebaiknya pilihlah box bayi yang dapat dibuka salah satu sisinya, untuk memudahkan Anda mengambil bayi Anda ketika hendak menyusui atau mengganti popok. *
Tentang Penulis*: : http://www.AsianBrain.com

Advertisements

Bayi Kuning


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Usia beberapa hari, tidak sedikit bayi mengalami kuning (/ikterus/) pada kulit dan bola mata. Menurut penelitian, sekitar 70% bayi lahir mengalami kuning. Meski masuk dalam kategori wajar, orangtua harus tetap waspada terhadap bayi kuning.

Penyebab bayi kuning, pada saat di dalam rahim, bayi membutuhkan ekstra sel darah merah yang diproses oleh hati. Tetapi, hati bayi baru lahir biasanya belum mencapai /maturasi/, sehingga kapasitas pengolahannya belum efisien. Karenanya, terjadilah peningkatan kadar bilirubin, sehingga bayi tampak kuning.

Kuning pada bayi umumnya timbul pada hari keempat dan berakhir pada *usia bayi 2 minggu*. Pada minggu kedua inilah, kemampuan hati akan meningkat, bayi tidak lagi kuning. Perlu diketahui, jika Anda memberikan ASI eksklusif, maka kuning pada bayi akan berlangsung lebih lama. Meski demikian ibu tidak perlu cemas dan tetap meneruskan pemberian ASI pada bayi.

*Untuk itu ada beberapa hal yang tak boleh luput dari perhatian untuk menghindari bayi kuning, seperti: *

1. Patuhi jadwal kunjungan ke dokter berikutnya. Bila kadar bilirubin tidak terlalu tinggi (< 10), umumnya bayi diperkenankan untuk pulang ke rumah. Namun, biasanya 3 hari setelah kepulangannya dari rumah sakit, bayi diminta kembali ke dokter/rumah sakit untuk dikontrol kadar bilirubinnya. Ini dimaksudkan bila terjadi peningkatan bilirubin yang tinggi dapat segera dilakukan tindakan. Karenanya, patuhi jadwal tersebut!
2. Cermati kondisi bayi. Jika ada tanda-tanda bayi tidak aktif, seperti tidur terus dan malas menetek segera bawa ke rumah sakit. Hal ini dapat dijadikan tanda bahwa telah terjadi peningkatan kadar bilirubin yang berisiko memicu kejang pada bayi. Cara lain yang paling mudah untuk mengamati peningkatan bilirubin adalah melalui bola mata dan kulit bayi yang terlihat menguning. 3. Berikan ASI sebanyak mungkin. Banyak minum ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin, karena bilirubin dapat dikeluarkan melalui air kencing dan kotoran bayi.
4. Jemur bayi di matahari pagi. Menjemur bayi tanpa busana di bawah sinar matahari pagi antara (pukul 07.30 – 08.30) dapat membantu memecah bilirubin dalam darah. Lindungi mata bayi dari sorot sinar matahari secara langsung.

Meski demikian, tidak semua bayi kuning bisa diobati hanya dengan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Ada juga yang perlu dirawat inap di rumah sakit untuk menjalani beberapa terapi. Tentu saja jika bayi terdeteksi memiliki kadar bilirubin di atas ambang normal.

Semakin Anda mematuhi saran diatas, maka akan semakin cepat hilangnya kuning pada bayi Anda. *
Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Gizi Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

ASI merupakan gizi bayi terbaik, sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan. ASI eksklusif menurut *WHO* (/World Health Organization/) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain. Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI.

Setelah masa ini, bayi mesti dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. Contohnya /bubur susu, bubur saring, dan nasi tim/. Mulai usia ini kapasitas pencernaan, enzim pencernaan, dan kemampuan /metabolisme/ bayi sudah siap untuk menerima makanan lain selain ASI. Kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dari ASI saja. Sekitar 70% kebutuhann gii bayi tercukupi dari ASI dan 30% dari makanan pendamping ASI.

Agar bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi aneka bahan makanan bergizi, maka perlu dikenalkan tekstur dan rasa sejak dini. Kesulitan pemberian makan akan jarang terjadi karena anak sudah terbiasa dengan beragam bahan makanan sejak dini, sehingga gizi bayi tidak terpenuhi.

Pendisiplinan pemberian makan secara teratur juga membentuk kebiasaan yang baik Disiplin ini penting untuk pertumbuhan fisik dan pembentukan pola hidupnya kelak.

*Adapun standar kebutuhan gizi bayi adalah sebagai berikut :*

* /Kalori: 100-120 per kilogram berat badan. /
Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya: 8 x 100 /120 = 800/960 kkal
* /Protein: 1,5-2 gram per kilogram berat badan /
Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8 x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4 gram
* /Karbohidrat: 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari / Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 50%-nya = 400 : 4 = 100 gram
* /Lemak: 20 persen dari total kalori /
Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40 gram

*Oh ya, mengingat tubuh bayi rentan terhadap penyakit dan untuk memenuhi gizi bayi, maka setiap kali mengolah makanan, lakukan hal-hal berikut:*

* Cuci semua bahan makanan seperti buah dan sayur sampai bersih. * Gunakan peralatan makan dan minum yang steril, yakni dicuci bersih di air mengalir dan direndam di air mendidih atau dimasukkan ke dalam alat steril selama 5 menit.
* Pastikan tangan sudah dicuci bersih. Gunakan sendok yang berbeda ketika Anda ingin mencicipinya. Hal ini untuk menghindari perpindahan virus atau kuman yang mungkin ada di mulut Anda ke mulut bayi.
* Cuci peralatan makan bayi setiap kali selesai dipakai. Buang sisa makanannya karena enzim yang berasal dari ludah bayi akan mulai “mencerna” makanan itu, mengubahnya menjadi berair, dan cepat busuk.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Gendongan Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Mengajak dan mengenalkan bayi Anda kemana-mana pastinya menyenangkan. Namun jika Anda mengajaknya berlama-lama tanpa alat bantuan, maka pasti akan capek. Gendongan bayi atau biasa disebut juga dengan /baby carrier/ (*BC*) akan membantu Anda mengatasi hal ini. Anda bisa mengajak bayi Anda kemana saja dengan mudah dan ringan.

Anda tidak perlu khawatir, saat ini sudah banyak sekali gendongan bayi yang ditawarkan di pasaran. Meski demikian, tidak semua memenuhi kriteria gendongan yang aman, simple, sehat, kuat, dan nyaman bagi bayi dan penggendong. Gendongan bayi yang sesuai kriteria tidak akan membuat tangan kesemutan, nyeri di pundak, atau badan dan kaki pegal-pegal. Poin pentingnya, gendongan yang baik bisa membagi beban dengan sempurna, sehingga bayi pun mau berlama-lama dalam gendongan yang nyaman.

*Berikut syarat gendongan bayi yang sesuai kriteria :*

* *Aman*
1. Bahan yang digunakan harus lembut, tidak membuat bayi alergi, tidak membuat kulit bayi teriritasi atau lecet, dan harus bisa meredam benturan.
2. Bentuk tali pengait harus sesuai dengan tubuh si kecil. 3. Bagian-bagian tubuh bayi yang belum kuat atau rentan, seperti leher, kepala, dan pinggang, mampu ditopang oleh gendongan dengan sempurna
4. Sesuaikan dengan berat tubuh bayi. Setiap gendongan dibuat menurut kapasitas berat badan di usia bayi.
5. Pastikan gendongan bayi minimal memiliki 5 poin sabuk yang akan mengikatkannya pada tubuh Anda.
* *Sehat*
1. /Webbing /(tali penyangga) yang digunakan tidak membuat Anda nyeri.
2. Kain yang digunakan harus mampu menyerap keringat sekaligus panas tubuh bayi.
3. Memiliki sirkulasi yang baik.
4. Memiliki penadah (lap atau saputangan) /gumoh/ atau air liur bayi.
5. Empuk sehingga bayi tak mudah pegal dan betah di dalam gendongan.
6. Bisa dicuci.
* *Simpel*
1. Mudah dikenakan.
2. Mudah memasukkan dan mengeluarkan bayi ke atau dari gendongan dalam hitungan detik.
3. Mudah mengontrol keadaan bayi.
4. Sangat baik jika gendongan bayi juga memudahkan bayi menyusu ASI dari ibunya.
* *Kuat *
1. Gendongan bayi benar mampu menopang berat badan bayi sesuai kapasitasnya dengan baik.
2. Perhatikan masa kadaluarsanya
3. Jahitannya harus benar. Paling baik dijahit di sisi luar dan dalam.
* *Sesuaikan Dengan Usia Bayi *
1. Bayi usia 0-3 bulan paling baik menggunakan gendongan bayi model tiduran. Bayi usia ini belum saatnya untuk didudukkan, terlebih lehernya belum bisa menopang beban kepalanya. 2. Bayi usia 3-6 bulan boleh menggunakan gendongan bayi model duduk, tetapi yang penempatannya di depan. Paling baik bayi diposisikan menghadap ke depan agar bayi bisa memandang lingkungan atau tempat dia berada dengan leluasa. 3. Mulai usia 6 bulan ke atas, Anda boleh menempatkannya dalam gendongan bayi model gendong belakang.

Karena gendongan bayi yang dijual di pasaran umumnya buatan negara-negara Barat, tak heran jika ukurannya disesuaikan dengan postur tubuh anak-anak kulit putih. Alhasil, sekalipun peruntukannya sesuai dengan berat badan anak kita, bisa saja bayi tenggelam saat berada di dalamnya. Jadi cobalah terlebih dahulu sebelum membeli gendongan bayi yang baik.

Pilihlah juga gendongan bayi yang memungkinkan bayi bebas menggerakkan kepala, tangan, maupun kakinya. *
Tentang Penulis*: : http://www.AsianBrain.com

Cara Memandikan Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Tidak semua orang tua berani memandikan bayinya sendiri. Sebagian besar alasan adalah mereka tidak memahami cara memandikan bayi dengan benar. Karenanya, tidak jarang orang tua memercayakan urusan ini kepada baby sitter, atau orang lain yang dianggap mampu untuk memandikan bayi.

Bayi sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari. Cara memandikan bayi yang belum kering tali pusarnya, tidak perlu dimasukkan di bak berisi air. Cukup dengan menyeka bagian pentingnya saja dengan kain lembut yang sudah dibasahi pada bagian muka, tangan, kepala, leher, perut, pantat, serta kemaluan.

Terkait masalah mandi, setiap bayi memiliki kebiasaan berbeda. Ada bayi yang menyukai air, ada yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan air. Untuk bayi yang belum menyukai air, cara memandikan bayi hanya dengan menyeka saja. Terkait waktu mandi, cobalah untuk mencari yang paling nyaman bagi bayi. Jangan heran jika kemudian ada yang memandikan bayi di malam hari, sebagai bagian proses relaksasi sebelum tidur.

*Berikut cara memandikan bayi yang tepat :*

1. Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi, sabun bayi, kapas dan air matang yang dingin, kain flannel lembut, popok dan baju bersih 2. Isi air hangat ke bak mandi, periksa suhunya dengan sikut. Airnya harus hangat, namun tidak panas. Idealnya sekitar 28 hingga 29 derajat celcius. Oh ya, pastikan juga ruangan untuk memandikan bayi cukup hangat dan tidak berangin.
3. Buka baju bayi dan bungkus dengan handuk di pangkuan Anda. 4. Cara memandikan bayi untuk daerah mata, usap mata dengan kapas yang telah dibasahi dengan air matang dingin. Usapkan dari pangkal hidung ke sudut mata bagian luar.
5. Tahan leher dan pundaknya, sabuni dan bilas dengan tangan Anda yang bebas. Untuk bagian kemaluan, pada bayi perempuan, siram kemaluan dengan air. Buka bibir kemaluan dengan lembut dan bersihkan. Untuk bayi laki-laki, bersihkan bagian bawahnya, tanpa menarik kulup penis jika belum disunat.
6. Cara memandikan bayi untuk daerah punggung dan pantat,
tengkurapkan bayi di tangan. Buka belahan pantatnya untuk membersihkan anusnya.
7. Pegang pantatnya dan angkat. Bungkus dengan handuk, tepuk-tepuk agar kering. Biarkan bayi terbungkus handuk saat Anda memakaikan baju dan popoknya. Hati-hatilah dalam mengangkat bayi, karena kulitnya yang licin.

Hal yang perlu diperhatikan, cara memandikan bayi dengan air bersih saja sudah cukup. Namun jika Anda ingin menggunakan sabun atau sampo, maka pilihlah yang aman untuk bayi, tanpa pewangi dan /deodorant/.

Nah, semoga tips cara memandikan bayi di atas bermanfaat untuk Anda, dan Anda tidak takut lagi untuk mempraktekkan pada bayi Anda. *
Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Bubur Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Seiring bertambahnya usia bayi, maka bertambah pula kebutuhannya akan zat-zat gizi. Oleh karena itu, mulai bayi usia 6 bulan, bayi sudah memerlukan makanan lain selain ASI, yang biasa disebut /Makanan Pendamping ASI/ (*MPASI*). Bayi memerlukan makanan padat untuk memperoleh energi, protein, vitamin A, vitamin D, tambahan zat besi, seng, dan tembaga.

MPASI yang diberikan bayi sebaiknya bertahap, baik bahan maupun frekuensi pemberiannya. Makanan padat pertama yang dikenalkan kepada bayi adalah yang berbentuk lembut dan agak cair. Sebagai contoh bubur bayi, diantaranya adalah bubur susu, bubur buah, atau bubur beras yang dicampur ASI atau susu formula lanjutan. Selanjutnya meningkat dari bubur bayi ke beras yang disaring, ditim, dan akhirnya makanan keluarga.

*Urutan pemberian MPASI adalah sebagai berikut :*

* Usia 6 bulan : bubur susu
* Usia 7 bulan : bubur buah
* Usia 8 bulan : bubur saring
* Usia 9 bulan : makanan tim

Bubur susu adalah kombinasi bahan utama ASI atau susu formula dengan bahan padat yang banyak mengandung karbohidrat. Diantaranya yaitu kentang, ubi, tepung beras, havermout, pisang, sukun, jagung, maizena dan sebagainya.

Perlu diketahui, pada usia ini otot dan syaraf dalam mulut bayi belum berkembang sempurna. Bayi cenderung mendorong bubur bayi keluar dari mulutnya dan tidak dapat mengendalikan lidahnya secara penuh. Karenanya, berikan bubur bayi dengan encer untuk pertama kalinya. Anda bisa menambahkan air atau susu kedalam bubur bayi, untuk mengurangi kekentalannya.

Dari sisi cara pemberian, jangan memaksa bayi menghabiskan bubur bayi yang sudah Anda siapkan. Satu suap hingga dua suap bubur bayi tidak masalah sebagai tahap pengenalan. Secara bertahap Anda bisa menambah porsi suapannya, sesuai kemampuan bayi menikmati makanan barunya.

Pada tahap ini Anda bisa memperkenalkan bubur susu beras atau bahan hidrat lainnya yang tidak banyak mengandung gluten. Selain bubur bayi, Anda juga bisa mengenalkan brokoli, kembang kol, wortel, kentang. Untuk buah, Anda bisa mengenalkan pisang, avokad, apel, pir atau pepaya.

Oh ya, sebaiknya Anda menghindari bahan makanan yang banyak ditambah garam dan gula secara berlebihan. Diantaranya ikan asin, daging asap, makanan beragi, kopi, teh, coklat, makanan beralkohol, kerang, dan makanan yang banyak mengandung gluten.

Bubur gandum atau oatmeal juga merupakan sumber karbohidrat yang bisa Anda olah sebagai bubur bayi. Outmeal mengandung serat, fitokemikal, vitamin, mineral, protein dan juga rendah lemak, baik untuk kesehatan bayi. Kandungan seratnya baik untuk pencernaan karena mencegah konstipasi atau sembelit dan sifat seratnya yang larut dalam air akan menurunkan kadar kolesterol, serta mampu “mengatur” penyerapan karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes. Bahkan oatmeal mengandung substansi untuk mencegah kanker. Oatmeal juga membuat lambung terasa penuh untuk jangka waktu cukup panjang.

Bayi bisa diberikan oatmeal sejak berusia 7 bulan. Rebus serpihan gandumnya sebentar dengan sedikit air hingga lembut. Bubur bayi dari gandum ini bisa disajikan plain (apa adanya) atau dicampur dengan susu atau buah, bisa juga dibuat kue camilan. Namun, yang perlu Anda perhatikan, gandum yang merupakan bahan oatmeal mengandung gluten yang pada sebagian bayi dapat memicu alergi. Jika bubur bayi dari bahan ini bermasalah bagi bayi Anda, sebaiknya Anda menyiasatinya dengan mengganti bahan makanan yang lain. *
Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Biang Keringat Bayi


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Biang keringat bayi merupakan salah satu penyakit yang mengganggu buah hati Anda, Biang keringat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut /keringet buntet/ ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat.

Keringat bayi yang keluar terkumpul di bawah kulit, kemudian akan muncul bintik-bintik merah. Biang keringat bayi ini akan menimbulkan rasa gatal, terutama di daerah paha dan bagian tubuh yang tertutup. Penyakit ini biasa muncul berulang kali, terutama ketika suhu udara panas dan pengap.

*Ada 3 tipe biang keringat ditinjau dari kedalaman sumbatannya : *

* /Tipe pertama/, yaitu biang keringat bayi yang sumbatannya terjadi di permukaan lapisan jangat atau lapisan tanduk, sehingga lokasinya dangkal sekali. Biang keringat bayi tipe inilah yang paling umum dan sering terjadi.

/Gejalanya/, pada kulit tubuh bayi yang sering keringatan akan tampak mengelupas, kering, dan kasat. Gejala ini biasanya dipicu oleh panasnya udara. Biang keringat bayi tipe ini ditandai bintik-bintik berisi air kecil-kecil dan akan mudah pecah sendiri karena lokasinya yang masih dangkal sekali.
* /Tipe dua/, yaitu lokasi sumbatan di bagian lapisan jangat yang lebih dalam. Selain kulit menjadi bruntusan merah, juga disertai rasa gatal. Itulah mengapa, biang keringat bayi tipe ini /irritable/ atau mengganggu.

Bayi yang mengalami biang keringat tipe dua akan menjadi rewel akibat rasa gatal. Orang tua biasanya akan mengeluh pola tidur bayinya terganggu seperti gelisah, tak nyenyak, dan lainnya. Ini bisa dijadikan indikator rasa gatal pada bayinya mengingat bayi belum bisa bicara.

Tidak ada tanda lain semisal panas karena biang keringat bayi bukan penyakit infeksi. Kita hanya bisa melihat reaksi tubuh yang membuat bayi jadi gatal. Bila ibu merawat sendiri bayinya, maka biang keringat bayi bisa cepat diketahui karena naluri juga berperan besar.
* /Tipe ketiga/, yaitu sumbatan terjadi di subkutis yang letaknya di bawah lapisan jangat. Jadi, sumbatannya lebih dalam dibanding tipe dua. Biasanya tipe tiga terjadi di daerah-daerah yang suhunya sangat panas. Walaupun Indonesia termasuk negara tropis, namun biang keringat tipe tiga jarang terjadi. Mungkin faktor angin sangat mempengaruhi sehingga suhu di Indonesia tidak terlalu panas. Lain halnya dengan negara lain yang suhunya mungkin mencapai 40 derajat Celcius.

Biang keringat bayi tipe tiga ditandai bintil-bintil pada kulit dan bila diraba akan terasa agak keras. Bintil-bintil ini sekilas mirip jerawat batu.

*Berikut tips mengatasi masalah biang keringat bayi :*

* Mandikan bayi secara teratur pada pagi dan sore hari, dan keringkan dengan handuk lembut, terutama pada daerah lipatan kulit. * Ketika berkeringat, seka bayi dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
* Berikan bedak bayi jika diperlukan untuk menjaga agar kulit bayi tetap kering, sejuk dan segar. Dalam pemakaiannya, jangan terlalu tebal, agar pori-pori tidak tersumbat.
* Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
* Jagalah ventilasi kamar, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.

Cobalah mengamati biang keringat bayi dengan seksama. Jika biang keringat sudah menjadi infeksi, yang ditandai dengan bintik-bintik putih, Anda bisa segera menghubungi dokter. Biasanya dokter akan memberikan salep untuk mengurangi peradangan lebih lanjut. Jika biang keringat bayi sudah sampai mengeluarkan nanah, maka berikan antibiotika sesuai petunjuk dari dokter. *
Tentang Penulis*: : http://www.AsianBrain.com

  • Halaman

  • October 2017
    M T W T F S S
    « Apr    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • RSS 20 Newest Free

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Brothersoft

  • RSS New Software

  • AntiVirus

  • Status Anda

    IP
  • Pengunjung

    free counters
  • Blog Stats

    • 345,106 hits
  • Add to Google Reader or Homepage Subscribe in NewsGator Online Add to netvibes Subscribe in Bloglines Add to fwicki Add to Webwag Powered by FeedBurner

  • Friends Link

  • RSS Kompas

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Lowongan Kerja Terbaru 2013

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Info Tentang AQ

  • Meta

  • %d bloggers like this: