Manfaat Temulawak


Oleh: AsianBrain.com Content Team

*Karakteristik Tumbuhan Temulawak*

Indonesia sebagai Negara Tropis kedua yang terkenal memiliki keanekaragaman hayati, berdasarkan penelitan berkhasiat sebagai tanaman obat.

Salah satunya adalah /Temulawak/ (Curcuma xanthorhiza roxb) yang termasuk dalam keluarga /Jahe /(zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia.

Namun demikian Penyebaran tanaman Temulawak banyak tumbuh di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan. Karakteristik Temulawak tumbuh sebagai semak tanpa batang. Mulai dari pangkalnya sudah berupa tangkai daun yang panjang berdiri tegak.

Tinggi tanaman antara 2 m s/d 2,5 m. Daunnya panjang bundar seperti daun pisang yang mana pelepah daunnya saling menutup membentuk batang. Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 750 m diatas permukaan laut, tanaman ini bisa dipanen setelah 8-12 bulan dengan ciri-ciri daun menguning seperti mau mati.

Umbinya akan tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau coklat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit agak pedas.

Temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh. Dengan banyak manfaat yang nyata secara medis tersebut maka pemerintah mencanangkan “Gerakan Minum Temulawak” sejak 2 tahun yang lalu.

Bersama ini kami informasikan beberapa manfaat dari Temulawak dalam menyembuhkan penyakit, diantaranya :

*1. Kontrol Kolesterol*

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa 60% kolesterol diproduksi oleh tubuh kita. Hal ini bisanya diperoleh dari pola makan yang banyak mengandung kolesterol sehingga tertimbun dalam tubuh kita dan hati kita kesulitan untuk menyalurkannya dan hal tersebut biasanya terjadi pada usia paruh baya.

Sebagai sulusinya adalah temulawak, karena zat yang terkandung dalamnya bisa mengontrol kolesterol yang terkadung dalam darah yang tinggi adapun mekanismenya adalah mengurangi LDL (kolesterol yang buruk) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Solusinya adalah Curcuma. Efek Curcuma pada tubuh empedu sistem yang disebutkan di atas merupakan rahasia alam dengan pengawasan hypercholesterolemia (kolesterol darah tinggi total). Kebutuhan adalah untuk mengurangi LDL (kolesterol buruk), sedangkan peningkatan HDL (kolesterol baik).

Khasiat temulwak ini berfungsi untuk meningkatkan aliran empedu dari kandung empedu ke hati. Cairan empedu yang pahit berwarna hijau tersebut berfungsi dalam proses penyerapan makanan agar tidak terganggu sehingga bisa mengontrol untuk menormalkan kolesterol dalam darah.

*2. Menyembuhkan Penyakit Hipatitis B*

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B, virus tersebut juga dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun, malah sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi kanker hati.

Namun jika anda atau keluarga anda terkena virus tersebut tidak perlu kawatir, yang penting dapat menjaga kondisi tubuh semisal istirahat yang cukup, menjaga pola makan dan tidak bekerja terlalu berat, usahakan minum secara continue (setiap hari) temulawak buatan sendiri,, Anda akan terhindar dari keganasan virus Hepatitis B.

Berikut cara membuat minuman temulawak untuk menyembuhkan penyakit Hipatitis B :

* Kupas temulawak lalu cuci sampai bersih
* Temulawak yang sudah dikupas lalu dipotong-potong tipis * Jemur dibawah terik matahari sampai kering
* Setelah kering temulawak direbus sampai mendidih, agar tidak terasa pahit tambahkan gula secukupnya
* Setelah mendidih lalu tiriskan dan saring untuk diambil airnya.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Mengenal Khasiat Tempuyung


Oleh: AsianBrain.com Content Team

/*Tempuyung*/ (Sonchus arvensis L.) tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat.

Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 – 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 – 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk.

Tempuyung memiliki daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar.

Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 – 48 cm, lebar 3 – 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling.

Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota tempuyung berbentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan.

Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Berikut cara pemakaian tanaman ini untuk pengobatan :

*Radang payudara*

Tumbuhan segar sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 – 3 kali sehari.

*Bisul*

Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

*Darah tinggi, kandung kencing dan kandung empedu berbatu*

Daun segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan sebentar. Makan sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali sehari.

*Kencing batu*

a. Daun kering sebanyak 250 mg direbus dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

b. Daun tempuyung, daun avokad (Persea americana), daun sawi tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

*Pendengaran berkurang (tuli)*

Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak. Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

Sebagai informasi, kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Mengenal Khasiat Teh


Oleh: AsianBrain.com Content Team

/*Teh*/ (/Camellia sinensis [L.] Kuntze/) umumnya ditanam di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200 – 2.300 m dpl. Tanaman ini berasal dari kawasan India bagian Utara dan Cina Selatan. Ada dua kelompok varietas yang terkenal, yaitu var.

assamica yang berasal dari Assam dan var. sinensis yang berasal dari Cina. Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul.

Teh berbentuk pohon kecil, karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5 – 10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut.

Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6 – 18 cm, lebar 2 – 6 cm, warnanya hijau, permukaan mengilap.

Bunga di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga bergabung menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3 – 4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya buah kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau setelah tua cokelat kehitaman. Biji keras, 1 – 3. Pucuk dan daun muda yang digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan tanaman ini dengan biji, setek, sambungan atau cangkokan.

Bagian yang digunakan dari teh adalah daunnya, yang berguna untuk mengatasi:

– sakit kepala,

– diare,

– penyubur dan menghitamkan rambut,

– kolesterol dan trigliserida darah tinggi,

– kencing manis (diabetes mellitus),

– mengurangi terbentuknya karang gigi (dental plaque),

– infeksi saluran cerna.

Cara pemakaian adalah daun teh kering sebanyak 4-7 gram diseduh dengan air panas, minum sewaktu hangat atau setelah dingin. Pemakaian luar, daun segar dicuci bersih lalu digiling halus. Dioleskan pada luka berdarah, lalu dibalut.

Berikut beberapa contoh pemakaian teh untuk pengobatan :

Diare

Daun yang masih muda dan segar sebanyak 20 g dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan minum sekaligus.

Penyubur dan menghitamkan rambut

Air seduhan kental sebanyak 1 cangkir diembunkan semalaman. Keesokan paginya air ini siap dipakai untuk membasahi kulit kepala dan rambut sambil dipijat-pijat. Lakukan 1 kali setiap hari, sampai kelihatan hasilnya.

Mengurangi pembentukan karang gigi

Kumur-kumur dengan air teh setelah makan.

Sakit kepala

Air seduhan kental 3/4 cangkir, diberi air jeruk nipis sebanyak 1 sdt dan madu 1 sdm. Aduk sampai merata, lalu dinminum sekaligus. Lakukan 2 – 3 kali sehari.

Infeksi saluran cerna, kolesterol darah tinggi

Daun tanaman kering (teh hijau) sebanyak 7 g diseduh dengan air panas. Biarkan selama 10 menit. Minum selagi hangat.

Sebagai informasi, keracunan kafein kronis bisa terjadi bila minum 5 cangkir teh setiap hari yang setara dengan 600 mg kafeia, lama kelamaan akan memperlihatkan tanda dan gejala seperti gangguan pencernaan makanan (dispepsia), Fasa lemah, gelisah, tremor, sukar tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, pusing (vertigo), bingung, berdebar, sesak napas, dan kadang sukar buang air besar.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Mengenal Khasiat Tapak Dara


Oleh: AsianBrain.com Content Team

/*Tapak dara*/ (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Ia sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah.

Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis.

Ciri-ciri tumbuhan tapak dara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal.

Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tumbuhan ini juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

Pemanfaatan tumbuhan ini untuk obat antara lain sebagai berikut :

*Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis) *

a. 10 – 16 lembar daun tapakdara direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

b. 35 – 45 gram daun tapak dara kering, adas pulawaras direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

c. 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapak dara direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Diminum pagi dan sore setelah makan.

*Hipertensi (tekanan darah tinggi)*

a. 15 – 20 gram daun tapakdara kering, 10 gram bunga krisan direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Diminum tiap sore.

b. 7 lembar daun atau bunga tapak dara diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring. Diminum menjelang tidur.

*Leukimia*

20-25 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras, direbus dengan 1 liter air dan disaring. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

*Asma dan bronkhitis*

1 potong bonggol akar tapak dara direbus dengan 5 gelas air. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

*Demam*

1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, 3 potong batang dan akar tapakdara, direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

*Radang Perut dan disentri*

15 – 30 gram daun tapak dara kering direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.

*Kurang darah*

4 putik bunga tapakdara putih direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar rumah semalam. Diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

*Tangan gemetar*

4 – 7 lembar daun tapak dara diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring. Selanjutnya diminum biasa.

*Gondong, bengkak, bisul dan borok*

1 genggam daun tapakdara ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka.

*Luka bakar*

Beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras direndam dengan air, kemudian ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

*Luka baru*

2 – 5 lembar daun tapakdara dikunyah sampai lembut dan ditempelkan pada luka baru.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Manfaat Sirih Untuk Pengobatan


Oleh: AsianBrain.com Content Team

*/Daun sirih/* sudah dimanfaatkan dari dahulu kala untuk nginang (Jawa) dan biasanya sebagai bahan campurannya adalah kapur sirih, rempah-rempah berupa kapu laga dan jambe kemudian di tumbuk dengan alat khusus atau langsung di kunyah seperti permen.

Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat, misalnya, sirih jawa (daun lebih lembut, kurang tajam, hijau rumput), sirih belanda (daun besar, hijau tuam rasa dan bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, rasa seperti cengkeh), sirih kuning, dan sirih hitam.

Sirih sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat, di antaranya, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.

Dengan kandungan zat yang berkhasiat tersebut maka manfaat sirih untuk pengobatan, diantaranya :

* Mempelancar buang air besar, adapun cara penggunaannya jus daun sirih dengan campuran susu dan sedikit gula atau madu sebagai pemanis. * Sakit persendian, daun sirih dapat dimanfaatkan untuk
menghilangkan rasa sakit pada saraf, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak dan kelelahan. Adapun cara penggunaannya : jus beberapa daun sirih dan satu sendok Madu, diminum dua kali sehari.
* Untuk obat batuk, adapun cara penggunaannya, sediakan 15 lembar daun sirih kemudian direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4-nya, minum dengan madu. Obat bronchitis, sebanyak tujuh lembar daun sirih dan gula batu satu potong direbus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas, minum sehari 3 X 1/3 gelas.
* Menghilangkan bau badan, cara penggunaannya sediakan lima lembar daun sirih direbus dengan dua gelas air hingga menjadi satu gelas, minum siang hari.
* Obat luka bakar : cara penggunannya, sediakan beberapa daun segar diperas airnya, ditambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar. Mimisan, daun agak muda satu lembar dilumatkan, digulung untuk menyumbat hidung berdarah. Bisul, daun sirih secukupnya dicuci bersih, digiling menjadi halus, dioleskan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut. Sehari diganti dua kali. * Mengatasi mata gatal dan merah : cara penggunaan, sediakan lima sampai enam lembar daun kemudian direbus dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata. Sehari tiga kali sampai sembuh.
* Untuk koreng dan gatal-gatal : penggunaannya, sediakan 10 lembar direbus, saat hangat dipakai untuk cuci.
* Menghentikan pendarahan gusi : cara penggunaannya sediakan empat lembar daun kemudian direbus dengan dua gelas air, dipakai untuk kumur. Obat sariawan, daun sirih segar sebanyak satu sampai dua lembar dibersihkan, dikunyah sampai lumat, ampasnya dibuang. * Untuk menghilangkan bau mulut, sebanyak dua sampai empat lembar daun diremas, lalu diseduh, dipakai untuk kumur. Obat jerawat, tujuh sampai 10 lembar daun sirih ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan dua gelas air panas. Airnya dipakai untuk mencuci muka yang berjerawat. Sehari dilakukan dua sampai tiga kali. * Obat keputihan, adapun penggunaannya sediakan 10 lembar daun kemudian direbus dengan 2,5 liter air, hangat-hangat dipakai untuk mencuci daerah kewanitaan. Untuk mengurangi produksi ASI yang berlebihan, beberapa lembar daun sirih diolesi minyak kelapa, hangatkan di atas api hingga menjadi layu, hangat-hangat tempelkan di seputar payudara yang bengkak.
* Menyembuhkan luka, adapun cara penggunaannya adalah sebagai berikut ; haluskan beberapa lebar daun sirih
kemudian dikompreskan pada luka dengan cara dibungkus sama kain atau
perban, biasanya lukanya akan sembuh dalam kurun waktu 2 hari. *Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Mengenal Khasiat Seledri


Oleh: AsianBrain.com Content Team

/*Seledri*/ (Apium graveolens) dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Tumbuhan ini dikatageorikan sebagai sayuran.

Perkebunannya di Indonesia terdapat di Brastagi, Sumatera Utara dan di Jawa Barat tersebar di Pacet, Pangalengan dan Cipanas yang berhawa sejuk. Tumbuhan berbonggol dan memiliki batang basah bersusun ini, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan diantaranya umbinya dapat dimakan.

Di Indonesia daun seledri dimanfaatkan untuk pelengkap sayuran (mis. untuk sup). Bagi bangsa Romawi Kuno tumbuhan ini digunakan sebagai karangan bunga.

Menurut ahli sejarah botani, daunnya telah dimanfaatkan sebagai sayuran sejak abad XZII atau tahun 1640, dan diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah baru pada tahun 1942. Pengembangbiakan tanaman ini dapat menggunakan 2 cara, yaitu melalui bijinya atau pemindahan anak rumpunnya.

Nama lokal dari tanaman ini antara lain :

– Celery (Inggris),

– Celeri (Perancis),

– Seleri (Italia),

– Selinon, Parsley (Jerman),

– Seledri (Indonesia),

– Sledri (Jawa),

– Saledri (Sunda);

Ada beberapa penyakit yang dapat diobati dari tanaman ini, diantaranya adalah Hipertensi, Sakit mata, dan Reumatik.

Pemanfaatan seledri untuk pengobatan adalah sebagai berikut:

*1. **Hipertensi *

Siapkan daun seledri secukupnya. Cara membuatnya adalah daun diperas dengan air masak secukupnya kemudian disaring. Adapun cara menggunakannya adalah dengan diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, dan dilakukan secara teratur.

Perlu Anda ketahui, jika penggunaannya berlebihan bisa berbahaya!

2. *Berguna untuk obat mata yang memiliki khasiat mengatasi sakit mata kering.*

Siapkan 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan semua bahan, kemudian ditumbuk bersama dan diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring. Adapun cara menggunakannya adalah di minum biasa.

*3. **Reumatik *

Siapkan 1 tangkai daun seledri. Adapun cara menggunakannya adalah dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.

Masih ada lagi manfaat selainnya. Sledri juga dipercaya sebagai pencegah kanker payudara, gagal ginjal, dan untuk kesehatan gigi. Manfaatnya akan jauh lebih cepat terasa apabila kita rutin mengonsumsinya mentah.

Dengan mengunyah seledri kita akan mendapat 2 manfaat:

1. Ketika mengunyah zat dalam daun ini akan memijit gusi-gusi kita.

2. Kalsium dalam daun ini bisa membantu penguatan gigi.

Selain itu ia juga bisa menetralisir bumbu yang berbau tajam seperti bawang.

Seledri mempunyai banyak kandungan gizi antara lain, (per 100 gr):

a. kalori sebanyak 20 kalori,

b. protein 1 gram

c. lemak 0,1 gram

d. hidrat arang 4,6 gram

e. kalsium 50 mg

f. fosfor 40 mg

g. besi 1 mg

h. Vitamin A 130 SI

i. Vitamin B1 0,03 mg

j. Vitamin C 11 mg Dan 63% bagian dapat dimakan.

Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

Mengenal Khasiat Sambiloto


Oleh: AsianBrain.com Content Team

/*Sambiloto*/ (/Andrographis paniculata Ness./) tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lernbap, atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna semusim, tinggi 50 – 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwadrangularis) dengan nodus yang membesar.

Sambiloto berdaun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 – 8 cm, lebar 1 – 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun.

Bunga berbibir berbentuk tabung, kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah mernbujur menjadi 4 keping-Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Pemanfaatan sambiloto untuk pengobatan antara lain :

*Tifoid*

Daun segar 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

*Kencing manis *

Daun sambiloto segar 1/2 genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

*Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru*

Herba kering 9-15 gram direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

*Disentri*

Herba krokot segar 500 gram diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto 10 gram sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

*Influenza, sakit kepala, demam*

Bubuk kering sambiloto 1 gram diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

*Demam*

Daun segar 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

*TB paru*

Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15-30 pil.

*Batuk rejan (pertusis), darah tinggi*

Daun segar 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

*Radang paru, radang mulut, tonsilitis*

Bubuk kering herba sambiloto 3-4,5 gram diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

*Faringitis*

Herba segar 9 gram dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

*Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi*

Herba sambiloto segar 9-15 gram direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

*Tentang Penulis*: http://www.AsianBrain.com

  • Halaman

  • August 2019
    M T W T F S S
    « Apr    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • RSS 20 Newest Free

  • RSS Brothersoft

  • RSS New Software

  • AntiVirus

  • Status Anda

    IP
  • Pengunjung

    free counters
  • Blog Stats

    • 387,193 hits
  • Add to Google Reader or Homepage Subscribe in NewsGator Online Add to netvibes Subscribe in Bloglines Add to fwicki Add to Webwag Powered by FeedBurner

  • Friends Link

  • RSS Kompas

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Lowongan Kerja Terbaru 2013

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS Unknown Feed

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Info Tentang AQ

  • Meta

  • %d bloggers like this: